Lakers yang Salah Suntik

61
5/5 (1)

Lakers melengkapi penampilan buruknya musim ini dengan gagal lolos ke play-off setelah kalah melawan Suns dengan skor 110-121 pada game ke-79. Hasil tersebut merupakan kekalahan beruntun ke-7 Lakers yang membuat mereka berada di posisi 11 dan secara matematis tidak mungkin dapat menembus 10 besar. 

Kabar tidak lolosnya Lakers ke play-off saya yakin bukan hal yang mengejutkan bagi penonton yang mengikuti NBA musim ini. Dimulai dari pre-season, Lakers kalah enam kali dalam enam pertandingan. Memang hasil pre-season bukanlah acuan mutlak kekuatan skuat dalam mengarungi musim NBA yang sangat panjang. Namun, sebagai orang yang menonton seluruh pertandingan pre-season Lakers, saya sudah mencium bakal ada yang tidak beres terhadap tim ini.

Lebih spesifik, akan saya buat poin-poin yang membuat Lakers sangat buruk musim ini.

  • Perekrutan Westbrook

sumber: si.com

Kedatangannya ke Los Angeles pada musim 2021-2022 membuat Lakers memiliki Big-3 melengkapi LeBron James dan Anthony Davis. Konon, Big-3 ini sepadan untuk melawan Big-3 Nets yang pada awal musim masih bersama James Harden. Banyak pula yang berharap Lakers vs Nets di final NBA.

Perekrutan Westbrook kurang efektif karena kelemahan Lakers pada musim sebelumnya ialah 3-point field goals. Pada musim 2020-2021 Lakers berada di urutan ke-24 dari 30 tim dalam rata-rata mencetak 3-point per game. Sebenarnya, saat juara pada tahun 2019-2020 pun 3-point field goals Lakers cukup buruk, tetapi perlu diingat saat itu LeBron dan Davis masih dalam kondisi yang prima sehingga field goals Lakers tetap terjaga.

Westbrook merupakan salah satu point guard terbaik dalam kemampuan dribel, akselerasi, dan fisik yang prima. Namun, memiliki kelemahan dalam akurasi tembakan, sesuatu yang sebetulnya sangat dibutuhkan Lakers. Pada basket modern, jangankan seorang point guard, seorang center pun mulai memiliki akurasi tembakan yang baik bahkan dalam jarak 3-point (contohnya: Joel Embiid dan Karl Anthony Towns).

  • Rapuhnya Center

sumber: clutchpoints.com

Di posisi center, Lakers mendatangkan Deandre Jordan dan Dwight Howard. Dua center yang cukup ideal sebetulnya untuk melengkapi komposisi roster Lakers. Namun, keduanya tidak mampu bermain maksimal sehingga hanya mendapat waktu bermain rata-rata kurang dari 16 menit. Vogel lebih sering memasang Davis sebagai center. Tidak jarang pula Vogel memasang LeBron sebagai center ketika Davis cedera.

  • Cedera Anthony Davis

sumber: thesportsgrail.com

Terdengar klise karena tim lain pun banyak yang dihantui cedera para pemainnya. Contohnya cedera yang mendera pemain LA Clippers: Kawhi Leonard dan Paul George. Namun, ketergantungan Lakers ternyata sangat besar terhadap Davis. Seperti telah dijabarkan sebelumnya, saat Davis cedera LeBron terpaksa sering bermain di posisi center. Apabila Davis tidak cedera, skenario juara musim 2019-2020 dapat diulang dengan menempatkan LeBron Sebagai point guard dan mengorbankan Westbrook ke bangku cadangan.

Tiga poin tersebut yang membuat Lakers sangat buruk musim ini. Di awal musim, saya memprediksi Lakers tetap masih bisa masuk play-off namun dari fase play-in. Prediksi yang cukup kejam sebetulnya mengingat Lakers memiliki Big-3. 

Dari kejadian Lakers ini kita dapat menarik simpulan: yang sakit “tangan”, yang disuntik “kaki”.

Jika kamu merasa informasi ini bermanfaat silakan bagikan ke jejaringmu. Sempatkan juga untuk berdonasi jika punya rezeki lebih agar kami bisa terus memberikan informasi menarik lainnya. 

Nilai kualitas konten