Mengapa Curhat Soal Timnas di Medsos?

41

Kim Pan-gon (pelatih Timnas Malaysia) pernah menuturkan bahwa dia bisa saja bertindak tegas terhadap pemain yang menolak panggilan untuk membela negara. Namun, dia tidak ingin terlalu membuat drama dengan masalah tersebut. Lebih lanjut, dia mengatakan ingin lebih memahami alasan pemain sampai menolak panggilan timnas.

Berbeda pilihan sikap dengan Kim Pan-gon, asisten pelatih Indonesia (Nova Arianto) lebih memilih untuk curhat di instagram. Garis besar isi curhatannya ialah dia belum memahami ada pemain yang mengabaikan panggilan timnas.

Sikap Nova membuat lulusan-lulusan cocokologi di Indonesia terpanggil untuk menyelidiki hingga akhirnya mengerucut terhadap dua nama pemain timnas. Tidak akan saya sebutkan namanya di sini karena baru sebatas hasil cocokologi.

Timnas

Jika harus memilih, saya lebih senang apa yang dilakukan oleh pelatih timnas Malaysia. Pernyataannya lebih bijaksana tanpa ada tendensi kecurigaan terhadap sang pemain, setidaknya di depan media. Belakangan, terungkap kenapa Rizal Ghazali saat itu menolak panggilan timnas Malaysia: konsentrasinya untuk ayahnya yang sedang dirawat.  

Berbanding terbalik dengan sikap Kim Pan-gon, curhatan Nova di instagram hanya memperkeruh dan menambah masalah baru antara sang pemain, timnas, dan juga suporter. Sinergi antara pemain, timnas, dan suporter harus terus dijaga dengan tidak banyak melemparkan bola-bola liar. Toh, kita juga belum tahu alasan yang pasti mengapa pemain tersebut menolak atau mengabaikan timnas.

Fenomena ini kian menambah panjang rentetan buruknya komunikasi publik elemen-elemen yang terkait dalam olahraga sepak bola pada khususnya. Kemarin, kita disuguhkan dengan pembentukan narasi bahwa sikap Carlos Fortes dan PSIS dianggap tidak santun. Alasannya, PSIS meresmikan Fortes sebelum kontrak dengan Arema habis pada tanggal 30 April 2022.

Padahal, jika mengacu terhadap Bosman Rule, pemain bebas bernegosiasi dengan klub lain saat kontraknya tinggal enam bulan. Aubameyang bahkan telah berlatih di Barcelona sehari sebelum dia mengumumkan kepindahannya. Untung Aubameyang gak main di sini, nanti dicap tidak menghargai kontrak.

Fenomena seperti ini perlu diminimalisasi, perubahan pola komunikasi yang terjadi pada era digital membuat setiap orang bebas berbicara. Bukan kebebasan orang berbicara yang dibatasi, tapi konten bahasan perlu dibatasi.

Masalah-masalah internal khususnya tim nasional cukup selesaikan di dapur masing-masing. Apabila terlanjur muncul di media, cukup pelatih yang membuat pernyataan agar satu suara ketika sampai kepada masyarakat.

Ngomong-ngomong, saya lebih kangen Nova dengan selebrasi suster ngesotnya.

Jika kamu merasa informasi ini bermanfaat silakan bagikan ke jejaringmu. Sempatkan juga untuk berdonasi jika punya rezeki lebih agar kami bisa terus memberikan informasi menarik lainnya. 

Nilai kualitas konten