Home Viral #Pilpres2019 Ini Pihak Yang Ada Dibelakang Para Jurnalis Penggarap Film Sexy Killer! Kamu...

Ini Pihak Yang Ada Dibelakang Para Jurnalis Penggarap Film Sexy Killer! Kamu Merasa Tertipu Film Ini?

Berbagi yuk ...
  • 16
    Shares
5/5 (4)

“Pasti ada aktor besar dibelakang film sexy kiler, pasti ada kepentingan dibalik film ini, dan kepentingan itu adalah….”

Sebulan kedepan kita akan masih disibukan dengan isu kecurangan KPU dan persoalan Pilpres yang belum kunjung final. Meski seperti itu jangan sampai kita bosan menengok persoalan persoalan lain yang juga sangat penting untuk kita bahas. Kebetulan di kalem.id ini belum ada penulis yang membahas soal filem dokomenter ‘Sexy Killer’ , dan aku sendiri merupakan pemerhati video dan film-film yang digarap oleh watchdoc diyoutube, jadi sudah sejak kemarin sebetunya ingin juga menulis opini soal film ini.

Kemunculan film sexy killer sukses menjadi perbincangan dibanyak kalangan, dan tentunya dengan mendapat beragam tanggapan. Mulai dari yang positif sampai yang curiga bahwa film ini ditunggangi oleh kepentingan yang bermuatan politis. Selain banyak elit-elit politik terkuak keterlibatannya dalam bisnis batubara dan PLTU, yang ternyata acuh dengan riak suara rakyat kecil disekitaran tambang dan PLTU yang banyak menelan dampak buruk dari bisnis keduanya. Peluncuran film ini juga bertepatan pada hari tenang sebelum pemilihan presiden, jadi wajar jika film ini banyak yang menuduh bermuatan politis.

Masalahnya, siapa elit yang punya kepentingan bersekala nasional untuk mendepak lawan politiknya yang nama-namanya sudah disebuatkan dalam filem tersebut? Jawaban saya meminjam jawabannya Gus Roy  tentu adalah rakyat kecil yang ditindas dan dirampas hak haknya. Rakyat kecil adalah elit-elit yang seharusnya dilayani oleh para penguasa bukan sebaliknya dan bukan malah ditindas dan diacuhkan suaranya.

Dengan kata lain, film documenter yang digarap watchdoc ini merupakan pesanan masyarakat bawah yang berpolitik, tapi bukan seperti politiknya segelintir elit yang penuh keserakahan, melaikan politik harapan. Menurut Dhandy Laksono selaku sutra dara sexy killer, selain masyarakat, hal lain yang ada dibelakang penggarapan filem tersebut adalah buku, bukan corporasi corporasi kapitalis. Dan menurutnya mereka yang bertanya terkait sosok lain yang bertendensi negativ dibelakang filem tersebut kemungkinan hidupnya kurang mengenal kolaborasi atau hidupnya tidak dalam interaksi yang gotong royong.

Biaya dari penggarapan film ini sendiri menurut produser Gus Roy merupakan biaya patungan dari berbagai elemen aktifis. Mulai dari patungan informasi, patungan data, sampai patungan editing. Kalo kamu masih ga percara dengan konsep patunga ini lihat Negara kita, Negara ini bisa berdiri hasil patungan pajak dari masyarakat. jadi untuk sebuah filem dengan semangat kerakyatan,dan kepentingan rakyat yang dipinggirkan, tentu bisa  digarap dari hasil patungan rakyat itu sendiri.

Sikap yang seharusnya menurutku tumbuh setelah menonton filem tentu bukan hanya sekedar kecurigaan kosong karena merasa kepentingan hedonism kita dihantam. Kita tidak mau dituduh sebagai bagaian penyebab kesengsaraan orang lain karena kebutuhan listrik kita. Memang dengan listrik kita bisa bekerja, bermai game, dan segudang manfaat lainnya, tapi bukan jadi menutup mata dan hati terhadap persoalan bersama yang dihadapi. Kesalnya aku tidak bisa berbuat apa apa, dan banyak penonton yang lain juga beranggapan yang sama. Meski demikian aku tidak mau diam saja, saat ini aku mencoba mulai menumbuhkan sikap hemat energy dan mengajak kita semua juga untuk bersikap demikian.

Kemudian, aku akan coba mengumpukan informasi tentang cara pengunaan panel surya, tentu sembari menabung agar jika nanti siap, aku ingin mencoba beralih ke energy yang lebih bersih. Salam damai dari ku kepada kita semua. Teruntuk manusia manusia yang dilemahkan oleh mereka yang tidak mampu memegang kekuasaan, semoga tuhan memberikan kekutan dan kami selalu bersama kalian.

sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=-7xVux7LQbY dan
https://www.youtube.com/watch?v=j_pVWoWZqDo

Nilai kualitas konten