Cara Menjadi Kaya Tanpa Warisan

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/grey-metal-case-of-hundred-dollar-bills-164652/

Persoalan menjadi kaya ini tidak pernah sederhana. Bukti bahwa banyak orang yang tertipu investasi bodong adalah senyata-nyatanya keinginan seseorang untuk menjadi kaya sesegera mungkin. Bahkan kalau bisa memilih rasanya banyak orang yang akan memilih untuk terlahir kaya tanpa perlu bersusah-susah.

Namun nafsu semacam ini memang naluriah dan fitrah yang sudah sewajarnya bersemayam dalam batin setiap orang. Meski begitu, jika saya coba renungkan, orang bukan ingin menjadi kaya, tetapi ingin memenuhi seluruh keinginan tanpa harus sabar, kerja keras, capek, dan hal-hal yang merepotkan lainnya. 

Guna memenuhi seluruh keinginan yang ada tanpa repot itulah menjadi kaya adalah kunci. Benar bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan seutuhnya, tapi dalam batas tertentu uang memang bisa membeli kebahagiaan. Contohnya, saya bisa beli kopi yang agak mahal, atau beli buku terbitan luar negeri, atau jalan-jalan ke Bali, semua itu bisa didapatkan dengan memiliki uang. Meski tentu saja cara lain juga terbuka seperti dapat giveaway, diberi oleh teman atau dapat endorse. Namun, jika punya uang sendiri, kita tidak butuh banyak faktor eksternal untuk mewujudkannya. 

Maka, jelaslah naluri menjadi kaya itu sebenarnya adalah naluri untuk memenuhi kebutuhan. Pertanyaannya, apakah memang semua orang bisa menjadi kaya? Hal ini jadi agak sulit untuk dijawab karena kita perlu mendefinisikan apa itu kaya. Kalau ada yang mau jawab kekayaan saya bukanlah harta, tetapi keluarga ya monggo, tapi itu klise dan gak seru. Saya sedang ingin membahas tentang ukuran kekayaan yang memang terukur.

Misalnya, bisa umrah tiap tahun, atau bisa bangun sekolah tiap 5 tahun, atau bisa bangun jalan di desa seperti pak Kholil, yang merupakan crazy rich di Jepara itu. Intinya apa pun ukuran kekayaan itu perlu didefinisikan oleh diri masing-masing. Saya sendiri punya ukuran kekayaan saya, dan dengan melihat itu saya tahu bahwa saya juga masih jauh dari golongan yang disebut kaya. Karena saya tahu hal itulah saya ingin menuliskan cara menjadi kaya yang sekiranya mungkin untuk dijalankan. 

Jalan paling mudah untuk menjadi kaya saya kira dengan memenangkan lotre kehidupan atau koneksi strategis. Contoh pertama adalah lahir dari keluarga yang kaya, hal ini jelas di luar kendali seseorang. Jangan pernah juga membenci orang yang lahir dari keluarga kaya, karena menjadi kaya bukanlah kejahatan, kalau orang kaya dan memang dzalim, barulah kita berhak untuk benci. Karena dzalim yah, bukan karena kaya. 

Contoh kedua menjadi kaya dengan koneksi strategis adalah dengan menikahi orang kaya. Hal ini jelas masuk dalam kendali, kalau kamu termasuk orang yang percaya diri dalam menggaet pasangan hidup yang kaya, maka lakukanlah. Namun, jangan lupa, awalnya harus karena cinta. Jadi cara kedua lebih kepada upaya asmara yang berbonus kekayaan turunan, hal ini juga tidak untuk semua orang. Karena mencari pasangan hidup memiliki kondisi yang berbeda bagi setiap orang.

Nah, saya bermaksud mengurai cara menjadi kaya bagi orang-orang biasa yang tidak lahir dengan keberuntungan tertentu. Sebagai disclaimer, karena saya sendiri belum jadi orang kaya, tulisan ini ada dalam tataran konsep yang saya bedah dari sebuah buku berjudul Rich Habits karangan Thomas Corley, seorang certified public accountant dan financial planner juga. 

Saya tidak akan memberikan cara pintas menjadi kaya, karena memang tidak ada. Menurut om Naval Ravikant, setidaknya untuk menjadi kaya tanpa keberuntungan (bukan yang tiba-tiba kaya terus miskin lagi) butuh waktu setidaknya sepuluh tahun. Jadi bagi yang berharap bisa jadi kaya besok atau lusa, silakan berhenti membaca sampai di sini. 

sumber: amazon

4 Cara Menjadi Kaya

Menurut Corley, setidaknya ada 4 jalan untuk bisa menjadi kaya. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kita peru mendefiniskan apa itu kaya. Corley mendefinisikannya dengan sederhana, yaitu mereka yang punya aset sekitar 3.2 juta dollar atau setara 43 Miliar. 

Corley melakukan riset terhadap kebiasaan dua ratusan orang yang punya aset sebesar di atas selama 5 tahun. Lalu dia menemukan setidaknya ada 4 cara untuk bisa menjadi kaya sesuai standar tersebut. 

  1. Kerja, Nabung, Investasi

Cara pertama menjadi kaya adalah kerja di sebuah bidang yang cukup kita pahami, dan bisa menghasilkan lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Lebihnya itulah yang ditabung. Jadi polanya adalah kerja-nabung-kerja nabung. Mengeluarkan uang lebih sedikit daripada mendapatkannya. Menurut Corley, orang-orang yang menempuh cara ini hidup dengan sederhana dan disiplin menabung. 

Setelah tabungannya cukup besar, mereka mulai berinvestasi. Jadi tidak investasi dengan duit dapat minjem. Kalau tabungan belum cukup, ya tidak perlu mikir investasi dulu. Yang penting nabung, setelah cukup investasi dengan hati-hati. Saya tidak akan bahas instrumen investasinya apa karena saya juga tidak ahli soal itu. Yang jelas, orang-orang ini butuh waktu sekitar 20 tahunan untuk menjadi kaya. 

Wah lama banget? Ya memang iya, ide tentang kaya dengan cepat itu memang delusif, kita terbiasa lihat flexingnya seseorang di media sosial. Jadi mungkin kita tidak ngeh bahwa ada unsur lain, seperti berapa lama usahanya, orang tuanya kaya atau tidak, punya hutang atau tidak dan lain sebagainya. 

  1. Bisnis/Wirausaha

Jalan kedua menjadi kaya adalah dengan “dreamers path” atau saya sederhanakan dengan berwirausaha atau bisnis. Corley sebenarnya merujuk jalan ini kepada orang-orang yang mengejar impian/passion mereka untuk jadi kaya. Ya contohnya adalah mereka yang buka bisnis sendiri, menjual karya sendiri, jadi penyanyi, aktor, atau penulis. 

Ini bukan jalan yang gampang, bahkan menurut Corley ini adalah jalan yang paling terjal untuk menjadi kaya. Karena kehidupannya sangat tidak pasti, bisa hari ini punya uang besok tidak atau sebaliknya. 

Intinya, untuk menjadi kaya dengan cara ini perlu kesiapan mental yang tinggi. Bagi kamu yang suka penghasilan tetap dan pekerjaan yang terstruktur sebaiknya tidak ambil jalan ini. Menurut Corley butuh sekitar 12 tahun untuk bisa menjadi kaya dengan cara ini. Meskipun jalannya paling sulit, memang waktunya tergolong paling cepat dan hasilnya paling besar. 

  1. Panjat Jabatan Kantor

Jalan ketiga menjadi kaya adalah dengan memanjat jabatan yang ada di kantor. Hal ini berlaku baik di sektor privat maupun publik. Menurut Corley, orang yang melalui jalan ini biasanya bekerja di perusahaan besar dan terus mengabdikan dirinya di tempat tersebut sampai mereka mendapat jabatan yang tinggi.

Mereka biasanya bekerja ekstra keras untuk menjadi kaya, fokus hanya di satu perusahaan sampai akhir karier mereka. Jadi karyawan teladan, dan sesegera mungkin naik jabatan. Jika perusahaan mereka pailit mereka perlu mencari perusahaan besar lain yang memberikan benefit yang mirip. 

Butuh waktu sekitar dua puluhan tahun juga untuk menjadi kaya melalui jalan ini. Jelas kondisi di setiap perusahaan berbeda-beda, namun jalan ini juga termasuk jalan yang panjang dan perlu kesabaran yang tinggi. 

  1. Jadi 1 dari Seribu

Cara keempat menjadi kaya adalah dengan menjadi sangat spesial sehingga orang mau membayar kita dengan harga sangat mahal. Menurut Corley hanya ada 19% dari respondennya yang menempuh jalan ini. Alasannya karena orang-orang ini adalah mereka yang terbaik di bidangnya. 

Tidak jarang orang yang berada di jalan ini adalah orang yang terus belajar dan mengasah keterampilan mereka untuk dihargai sangat mahal. Umumnya, mereka menjadi kaya juga dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Jadi, mereka berinvestasi pada diri sendiri dalam jumlah yang cukup tinggi agar mereka menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya. Sehingga orang rela membayar mahal karena kemampuan mereka memang sangat dibutuhkan, dan pengetahuan tersebut memang langka.

Butuh sekitar 20 tahunan juga bagi orang-orang ini untuk menjadi kaya. Belum lagi jumlah waktu yang mereka tempuh untuk belajar yang mungkin sama lamanya dengan proses mereka menjadi kaya. 

Itulah 4 cara menjadi kaya dari Tom Corley yang sama sekali tidak ada trik dan tipsnya. Silakan ditiru dan digunakan sesuai dengan karakter diri masing-masing. Semuanya berawal dari mengenali kemampuan diri sendiri, insya Allah tidak akan rusak diri dan batin kita. 

Lalu, jalan mana yang saya tempuh? Saya punya jalan sendiri, tapi tidak akan saya ceritakan sampai saya betulan jadi kaya sesuai standar saya. Yang jelas, semua jalan memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri, ada pahit dan manisnya sendiri-sendiri. Semoga keberkahan dan kesejahteraan melimpahi kita semua dalam menjalaninya. 

Jika kamu merasa informasi ini bermanfaat silakan bagikan ke jejaringmu. Sempatkan juga untuk berdonasi jika punya rezeki lebih agar kami bisa terus memberikan informasi menarik lainnya.