Muslimgauze: Jejak Bryn Jones dan Jelaga di Timur Tengah

76
5/5 (4)

6 Juni 1982, Lebanon dijejali mortir yang dikirim oleh militer Israel disetiap sudutnya. Wajah Lebanon mendadak muram. Invasi tersebut sebagai respon atas usaha pembunuhan terhadap duta besar Israel di Inggris oleh kelompok militansi bersenjata Palestina. Kelak, hal ini turut serta menjadi motif bagi seorang bernama Bryn Jones untuk memulai sesuatu.

Selepas perang Arab dan Israel pada tahun 1948, banyak militan Palestina yang memilih Lebanon sebagai persinggahan sementara. Lebanon menjadi tanah yang subur bagi tumbuhnya benih-benih militansi mujahid-mujahid palestina. salah satunya adalah kelompok PLO (palestine liberation organization) yang didirikan beberapa tahun kemudian. PLO merupa salah satu mimpi buruk, bagi duo imperialis Amerika – Israel. 

Bryn Jones (17 Juni 1962-14 Juni 1999),musisi berkebangsaan Inggris, merespon invasi Israel atas Lebanon, dengan membentuk muslimgauze sebagai medium keberpihakan dan pilihan politiknya terhadap dominasi yang dilakukan oleh Amerika dan Israel pada negara-negara Arab, wabil khusus Palestina. jones melahap bermacam literatur dan riset tentang timur tengah, lengkap dengan konflik-konflik yang melingkupinya.

Jika kamu mengira bahwa hanya Slank atau Motorhead yang mampu merilis album sebanyak belasan atau dua-puluhan, silahkan ambil wudhu lalu kunjungi muslimgauze.bandcamp.com, kamu bisa bersujud setelah melihat 88 album yang dilahirkan dari rahim muslimgauze, walaupun sebagian kecilnya merupakan cetak-ulang dari label yang berbeda.  Bryn Jones adalah satu-satunya nahkoda di muslimgauze dalam avonturisme-nya menjelajahi samudera bebunyian. Dengan etos paling keras kepala, atas nama d.i.y (do it yourself). Istilah yang biasanya familiar dalam lanskap hardcore-punk. 

Sepanjang hayat, Bryn Jones merilis setiap rekaman muslimgauze melalui label rekaman yang didirikannya sendiri. Beliau mangkat pada tahun 1999, dihajar infeksi jamur disepanjang aliran darahnya, sebuah penyakit langka. namun staalplaat dan soleilmoon sebagai label rekaman terakhir yang merilis album-album jones, melanjutkan nyala api dan keberpihakan jones atas negeri-negeri timur tengah sampai detik ini.

Muslimgauze mengaktualisasikan pilihan politiknya secara kongkrit dalam bentangan eksperimentasi noise dan dub. Potongan-potongan dialog bernuansa oriental, lengkap dengan desau angin dan gersang padang pasir, menjadi atmosfir utama bagi sebagian besar fondasi dan pilar penyangga musik-musik muslimgauze. Coba anda dengarkan salah satu nomornya dengan tajuk, islamicistswarm di album damascus. Tetabuhan bernuansa tribal, yang menghentak, namun diselipkan dengan sengaja alunan sitar yang tipis, sontak Bryn Jones melontarkan kamu ke hamparan padang pasir yang luas dengan nyala api unggun ditengahnya.

Divisi visual pada setiap sampul albumnya juga tak luput dari perhatian Bryn Jones di Muslimgauze. Muslimgauze selalu berhasil mengerjakan tugasnya dengan gaspol dan paripurna. Tipografi nuansa arabik, atau potret hitam putih seorang mujahid yang menenteng senapan laras panjang dibalik reruntuhan bangunan. Atau yang paling apik dan ikonik adalah zoomorfik yang akan mengingatkan kita pada hiasan dinding pada zaman abah-abah kita, seperti ayat kursi yang ditulis membentuk singa. 

Jika kamu jenuh dengan tetabuhan bising dan tidak karuan pemuda-pemuda kampung, yang teriak-teriak “sahur, sahur”, kamu bisa mulai mengingat Bryn Jones. Lalu arahkan speaker aktif  tepat ke depan jendela rumahmu,  dan putar salah satu nomor milik muslimgauze dengan volume mentok kanan. Tepat ketika mereka lewat depan rumahmu, lalu siram dengan air bekas rebusan mie instan!

Jika kamu merasa informasi ini bermanfaat silakan bagikan ke jejaringmu. Sempatkan juga untuk berdonasi jika punya rezeki lebih agar kami bisa terus memberikan informasi menarik lainnya. 

Nilai kualitas konten